Home » All posts
Minggu, 20 November 2016
Merbau VS Jati
06.30 Unknown
Merbau VS Jati
Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.
Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.
Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.
Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.
Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.
Kayu Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Pohon Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua. Kayu merbau kami berasal dari Irian / Papua.
Kayu Merbau Turun Harga
06.10 Unknown
Harga Jual Kayu Merbau 2016-2017 Cenderung Turun
Kayu merbau merupakan salah satu kayu favorit untuk pasar ekspor. Penggunaanya banyak untuk decking dan flooring. Pada tahun 2010-2014 sempat mengalami peningkatan harga yang signifikan bahkan mencapai angga tertinggi. Harga decking pernah mencapai angka USD 1800 untuk market Australia dan harga USD 1400 untuk pasar china.
Namun menginjak tahun 2015-2016 harga kayu merbau cenderung turun bahkan cuma di harga USD 1000 untuk decking dan harga USD 800 untuk ukuran doorjamb. Hal ini diungkapkan Irul Jonathan salah satu eksportir kayu merbau untuk pasar China.
“ekonomi masih melambat untuk pasar eksport, harga kayu merbau cenderung turun bahkan semakin terpuruk, saat ini pasar yang banyak menyerap justru India”. Kata Irul.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Mohtar Jamil, bagian marketing Indonesia Wood ” Kita saat ini sulit memprediksi harga kayu merbau karena permintaan melambat, kita lihat dulu perkembangan ekonomi tahun depan”.
Kayu merbau memang saat ini menjadi primadona ekspor selain kayu meranti, kruing, dan kamper. Namun harga yang terus turun dan serapan pasar yang lambat membuat eksportir semakin was-was.
Jati
05.55 Unknown
Kayu Jati
Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.
Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.
Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut. Contoh Finishing: Teak Oil, Politur, NC Lacquer, Melamin, Poly Urethane (PU).
- Finishing Natural Transparan ( Coklat Terang kekuningan)
Tujuan: menonjolkan semua kelebihan kayu, mengekspose keindahan serat kayu jati benar-benar terpilih. Kualitas kayu jati: hanya memilih serat lurus dan serat mahkota tidak ada mata sehat, mata mati, putih, doreng - Finishing Melamin Natural Terang (Coklat terang kekuningan)
Menonjolkan serat dan penampilan natural kayu, dengan mengekspose keindahan serat kayu jati secara alami Kualitas kayu jati: serat lurus dan serat mahkota ada mata sehat, tidak ada putih, doreng, dan mata mati - Finishing Melamin Natural Gelap (Coklat gelap kehitaman)
Menonjolkan serat kayu jati natural, dan, menutupi kekurangan kayu seperti putih dan doreng dengan warna gelap. Kualitas kayu jati: serat lurus dan serat mahkota ada mata sehat, putih, doreng halus , tidak ada mata mati - Finishing Cat
Menutupi permukaan kayu dan menyembunyikan semua kelebihan dan kekurangan serat kayu Kualitas kayu jati: serat lurus dan serat mahkota ada mata sehat, putih, doreng tebal, mata mati.
Perdagangan Merbau
05.50 Unknown
PERSEDIAAN TEGAKAN KAYU MERBAU DI ALAM DAN PERDAGANGANNYA DI TANAH PAPUA
Hutan alam Papua memiliki sekitar 70 jenis kayu perdagangan. Salah satu kayu primadona asal hutan alam Papua adalah Merbau (Intsia sp.). Kayu Merbau memiliki keunggulan lebih bila dibandingkan dengan jenis kayu lainnya, hampir seluruh HPH di Papua yang memiliki potensi kayu Merbau pada areal konsesinya telah menjadikan Merbau sebagai target produksi utama. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh intensifnya eksploitasi jenis kayu Merbau oleh HPH adalah gencarnya promosi untuk memasukan jenis Merbau ke dalam daftar CITES (Convention of International Trade in Indangered Species of Wild Fauna and Flora).
Jenis kayu Merbau tergolong jenis yang memiliki relung ekologis cukup luas. Di Papua New Guinea, species I palembanica lebih sedikit dijumpai di wilayah bagian timur dibanding I bijuga. Di Tanah Papua (Irian Jaya), I. palembanica lebih banyak dijumpai pada daerah-daerah tempat dimana I. bijuga jarang dijumpai. Pada umumnya genus ini tumbuh pada tanah kering berbatu, terkadang pada tanah berpasir, tanah liat dan tanah lembab yang tidak tergenang air, mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan elevasi 0-1000 meter dpl. Secara alami di Papua, jenis ini dijumpai tumbuh bercampur dengan jenis pohon lain di hutan hujan tropis Papua.
Karena nilai ekonominya tinggi maka kayu Merbau menjadi incaran banyak perusahaan kayu yang beroperasi di Papua maupun di luar Papua. Kayu Merbau yang diusahakan di Papua diperoleh dengan cara legal maupun ilegal. Sudah menjadi rahasia umum jika pada suatu areal HPH terdapat potensi kayu Merbau yang tinggi maka perusahaan HPH itu akan mendapatkan keuntungan yang cukup besar. Karena kebutuhan akan merbau di pasar lokal, regional, nasional bahkan di pasaran internasional mengalami peningkatan yang cukup signifikan, maka sering ketersediaan dan permintaan pasar tidak seimbang dimana permintaan pasar lebih tinggi dari pada ketersediaannya sehingga stok kayu Merbau di pasaran mengalami kekurangan, sehingga untuk mencukupi kebutuhan kayu Merbau di pasaran sering disuplay secara ilegal.
Perdagangan kayu Merbau yang intensif di Tanah Papua hingga kini diperkirakan telah memberikan peningkatan terhadap pendapatan daerah, juga adanya peningkatan taraf hidup di tingkat masyarakat terutama di wilayah-wilayah hutan yang memiliki potensi kayu Merbau. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa besar sumbangan dari sektor kehutanan atau lebih khusus hanya dari sektor perdagangan Merbau ?
Dengan memperhatikan kenyataan dan masalah di atas, maka WWF-Indonesia Region Sahul Papua merasa perlu melakukan studi khusus tentang kayu Merbau di Tanah Papua yang hasilnya dipresentasikan pada Seminar Sehari Persediaan Tegakan Alam dan Analisis Perdagangan Kayu Merbau di Tanah Papua. Seminar sehari dihadiri oleh berbagai stakeholder dari lembaga swadaya masyarakat dan instansi pemerintah daerah di Papua. Seminar sehari dibuka oleh Ir. Joko Susilo Ka. Sub. Din. Peredaran Hasil Hutan atas nama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, yang dalam sambutannya menyatakan harapan agar seminar dapat memberikan masukan bagi pengelolaan hutan berbasis masyarakat khususnya di Tanah Papua dengan payung hukum Perdasus Kehutananan Papua yang mana diharapkan dapat membantu melindungi serta menjadi acuan pengelolaan hutan di Papua. Direktur WWF-Indonesia Region Sahul Drs. Benja V. Mambai, Msi dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi tujuan studi ini diantaranya untuk mengetahui stok dan penyebaran tegakan alam Merbau di Tanah Papua; Mengetahui pengusahaan kayu merbau dan kontribusinya terhadap penerimaan daerah serta analisis perdagangan kayu Merbau asal Tanah Papua; dan Mengkaji kebijakan Pemerintah Daerah terhadap pengusahaan kayu Merbau dan merumuskan rekomendasi pengelolaan, pemanfaatan, dan pembinaan tegakan alam Merbau di Tanah Papua.
KABAR PAPUA
05.23 Unknown
KABARPAPUA. Akhirnya, Provinsi Papua melakukan pengiriman perdana kayu olahan jenis Merbau ke luar negeri, tepatnya ke Shanghai, Cina. Pelepasan eksport perdana kayu olahan ini dilakukan secara resmi Gubernur Papua Lukas Enembe di Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu, 9 April 2016.
Pengiriman perdana kayu olahan jenis Merbau itu merupakan tahap pertama sebanyak 40 kontainer atau setara 600 meter kubik dalam bentuk olahan. “Eksport perdana kayu olahan dari Papua ini bertepatan tiga tahun masa kepemimpinan saya sebagai Gubernur Papua,” kata Lukas.
Menurut Lukas, sumber daya alam Pupua cukup kaya, hanya saja selama ini tak dikelola untuk kesejahteraan masyarakat. “Banyak kayu dari Papua dibawa keluar secara illegal. Bahkan hutan habis, tapi rakyat tetap miskin. Ini yang menjadi masalah kami di Papua,” jelasnya.
Lukas mengaku, pihaknya telah membentuk tim ekonomi untuk melakukan kajian ekonomi dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Indonesian Sawmill Woods Association (ISWA), Pelindo, dan bidang lain dengan harapan agar ke depan Papua bisa mengeksport sendiri hasil sumber daya alamnya.
Dana abadi yang berasal dari dana otonomi khusus (otsus) Papua, kata Lukas, diharapkan bisa diinvestasikan, guna meningkatkan pendapatan daerah. “Sebab tak ada gunanya kami menyimpan dana abadi yang berasal dari otsus, lebih baik kami gunakan untuk investasi saham, sehingga memberi kontribusi bagi daerah nantinya,” jelas Lukas.
Menunrut Lukas, jika hal itu dilakukan dan investasi itu sudah berjalan, jelas nantinya tak perlu lagi meminta uang ke pemerintah pusat. “Tapi potensi alam yang dimiliki Papua diolah menjadi penggerak ekonomi daerah dan mendatangkan pendapatan daerah. Misalnya, hasil ikan laut Papua juga melimpah, tinggal bagaimana memanfaatkan,” katanya.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Ormuserai mengatakan, pihaknya akan memberikan kemudahan bagi industr untuk memenuhi tuntutan eksportir, agar ekspor kayu olahan bisa berkelanjutan dan jumlahnya terus bertambah. “Sebab permintaan ekportir agar ekspor bisa langsung ke negara tujuan, paling sedikit ada 100 kontainer atau setara 1500 kubik kayu olahan,” katanya. ***(Katharina Louvree)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)












